Palembang, Detik Sumsel — Perbedaan penetapan 1 Ramadhan 1443 Hijriah tahun 2022 harus disikapi dengan arif dan bijaksana agar tidak menimbulkan kegaduhan di kalangan umat islam itu sendiri.
Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidz Kiai Marogan Palembang Ustadz H Ahmad Masagus Fauzan Yayan SQ mengatakan penetapan awal ramadhan sudah dijelaskan oleh pemerintah. Persoalan Itjitihad, persoalan metode perhitungan atau hisab, persoalan kriteria.
“Sebenarnya perbedaan penetapan awal ramadhan hanya soal waktu saja. Ada yang mulai puasa hari ini, ada yang mulai nya kemarin seperti yang sudah dilakukan saudara – saudara kita di Muhammadiyah. Sedangkan dari Nahdlatul ulama dan pemerintah hari ini baru berpuasa,”katanya kepada wartawan Sabtu (2/4/2022).
Menyikapi perbedaan awal ramadhan, kata Yayan umat muslim sudah cukup cerdas dan dewasa. Perbedaan awal ramadhan bukan hanya terjadi kali ini saja, perbedaan awal ramadhan pernah terjadi di tahun 2015 lalu.
“Saya kira perbedaan awal ramadhan tidak begitu berdampak. Karena dari sisi substansinya sama yakni sama sama menjalankan ibadah puasa hanya perbedaan waktunya saja,”tambahnya.
Dikatakan Yayan, perbedaan awal ramadhan tidak perlu di besar – besarkan. Perbedaan dari umat islam itu merupakan rahmat semakin banyak nuansa dan khazanahnya semakin kaya khazanah.
“Umat islam tidak usah bingung mau yang mulai puasa hari ini boleh, mulai nya kemarin juga boleh. Yang tidak boleh itu yang tidak berpuasa,”jelasnya.(oji)
The post Perbedaan Awal Ramadhan, Ustadz Yayan: Substansinya Sama Berpuasa, Hanya Perbedaan Waktu first appeared on Detik Sumsel.source https://detiksumsel.com/perbedaan-awal-ramadhan-ustadz-yayan-substansinya-sama-berpuasa-hanya-perbedaan-waktu/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=perbedaan-awal-ramadhan-ustadz-yayan-substansinya-sama-berpuasa-hanya-perbedaan-waktu


0 Komentar