Palembang, Detik Sumsel — Keributan yang terjadi didepan Palembang Icon dua hari lalu ternyata korban yang ditarik keluar dari dalam gedung Palembang Icon sampai ke lobi. Belakangan korban merupakan seorang anggota polisi yang bertugas di Polres Pali.
Pelaku sejumlah pria diduga kelompok debt collector yang akan menarik kendaraan yang dibawa oleh korban.
Dari kejadian ini korban bernama Rehend telah membuat laporan kepolisian di SPKT Polda Sumsel Selasa (22/2/2022) malam atas tindak penganiayaan yang dialaminya.
Kepada awak media Rehend mengaku ia tidak tahu apa – apa terkait mobil yang dibawanya itu bukan mobil miliknya melainkan dipinjam dari temannya.
“Itu bukan mobil saya, cuma pinjam dari teman karena mobil saya lagi rusak. Tapi tiba-tiba saja saya dikeroyok seperti yang divideo viral,” kata Rehend kepada wartawan.
Ditegaskan Rehend mobil yang dibawanya itu bermasalah dan sudah berpindah tangan ke dirinya. Bahkan dirinya tidak tahu apa-apa tentang persoalan mobil tersebut dikarenakan memang bukan miliknya.
“Waktu saya di Mall, mereka secara tiba-tiba langsung narik saya. Nyerobot langsung mau ngambil mobil. Saya heran, makanya saya suruh ke pos satpam untuk nelpon sih pemilik mobil. Tapi mereka tidak mau dan langsung mau ambil mobil, ya saya tolak,” ucapnya.
Dikatakan Rehend, pada saat kejadian rombongan pelaku, ada sekitar sembilan orang pria yang mendatanginya. Tanpa menunjukkan surat sepotong pun, mereka langsung saja mau mengambil mobil yang dibawanya. Bahkan sempat ada yang mengaku sebagai polisi saat tindak pengeroyokan itu terjadi.
“Saya sudah mengaku kalau saya ini anggota.
Terus ada diantara mereka bilang, saya juga anggota, kamu tidak menghargai saya. Ada statemennya begitu. Ada saksinya, satpam juga dengar,” ucapnya.
Saat cek-cok terjadi, sempat ada diantara mereka yang berhasil merampas kunci dari mobil bermasalah itu.
Namun Rehend kembali mengambilnya sehingga keributan tak bisa terhindarkan.
“Waktu saya lagi menuju ke pos satpam, disitu saya langsung ditarik terus dikeroyok seperti yang ada dalam video viral itu,” ucap dia.
Akibatnya sejumlah luka dia alami diantaranya jari manis sebelah kiri yang keseleo, lebam di bagian tangan serta lecet di sejumlah bagian tubuh.
Tak terima dengan perlakuan itu, Rehend selanjutnya melakukan visum di RS Myria Palembang untuk kemudian membuat laporan kepolisian dengan pasal 170 KUHP tentang tindak pidana pengeroyokan.
“Kejadiannya memang satu hari sebelum videonya viral. Saya baru lapor sekarang soalnya kemarin badan sakit-sakit semua. Tapi malam tadi saya sudah visum di RS, memang mau saya laporkan mereka,” ujarnya.
Sebelumnya perwakilan dari pihak debt collector sudah lebih dulu mendatangi Yanduan Bid Propam Polda Sumsel.
Kedatangan mereka diduga untuk melaporkan Rehend atas persoalan terkait mobil bermasalah tersebut.
Rehend sendiri tak habis pikir mengapa dirinya yang justru hendak dilaporkan.
Dia meyakini benar bahwa dirinya lah yang menjadi korban dalam persoalan ini.
“Mereka ke propam saya tidak tahu kenapa. Mungkin mereka panik saya ngelapor, jadinya mau ikut melapor juga. Tapi kan lucu, saya ini korban kok saya yang dilaporkan,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Jagad sosial media khususnya warga Kota Palembang dihebohkan dengan viralnya aksi beberapa orang yang menarik seorang pria untuk dibawa keluar dari gedung Palembang Icon Mall.
Video ini viral di sosial media sejak
Selasa (22/2/2022) siang dan belakangan diketahui korban pengeroyokan itu adalah anggota kepolisian.
source https://detiksumsel.com/viral-pria-ditarik-keluar-dari-mall-korban-ternyata-anggota-polisi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=viral-pria-ditarik-keluar-dari-mall-korban-ternyata-anggota-polisi


0 Komentar