Palembang, Detik Sumsel- Ekonomi di Sumsel tahun ini diyakini pulih dan tumbuh. Hal tersebut lantaran Bank Indonesia menilai terjadinya penguatan dari sisi ekspor, hilirisasi, pemberdayaan UMKM, hingga mencari sumber pertumbuhan baru.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan R. Erwin Soeriadimadja pemulihan ekonomi Sumsel telah terjadi berbagai indikator pengerak ekonomi menunjukan sentimen positif. Terutama sisi ekspor.

“Kita harus bangkit dan optimistis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui berbagai strategi,” katanya saat menjadi pembicara dalam Webinar South Sumatra Economic Outlook 2022: Peluang dan Tantangan di Palembang, pekan lalu.

Ia mengatakan, Ekspor sejauh ini merupakan daya dorong terbesar dalam pertumbuhan ekonomi Sumsel pada 2021 meski masih di tengah pandemi COVID-19.

Harga komoditas yang melonjak di pasar internasional untuk karet, minyak sawit, batu bara telah membuat pemulihan ekonomi di Sumsel berlangsung lebih cepat.

Ia menyebutkan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, komponen ekspor menempati peringkat ketiga dengan andil sebesar 19,30 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.

Namun demikian, Sumsel untuk tidak terlena dengan ekspor komoditas yang mayoritas masih bahan mentah.
“Untuk itu, perlu adanya hilirasasi guna menambah nilai,”

Ia mencontohkan hilirisasi untuk komoditas batu bara sehingga memiliki nilai tambah dan menciptakan industri turunan lainnya.
“Ini perlu sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, karena ketika masuk hilirisasi pastinya tidak hanya satu industri saja,” katanya.

Erwin menambahkan pemulihan ekonomi juga dapat tercapai melalui sumber-sumber pertumbuhan baru. Sasarannya adalah pada sektor ekonomi kreatif, pariwisata dan UMKM lantaran Sumsel memiliki potensi di bidang tersebut.

“Karena kita tidak bisa bersandar pada batu bara saja, harus ada penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi baru,” kata dia.

Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Sumsel Ekowati Retnaningsih mengatakan pihaknya berharap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dapat terwujud pada tahun ini.
“Hilirisasi SDA, UMKM naik kelas dan pengembangan sumber pertumbuhan baru masuk dalam strategi yang kami rancang,” katanya.

Di samping itu pemprov juga menitikberatkan pada peluang ekspor yang sudah terbuka lebar seiring pemulihan ekonomi global.
Namun demikian, besarnya peluang untuk meningkatkan ekspor ke negara tujuan, seperti Tiongkok dan pasar lainnya masih menghadapi kendala.
“Karena kita lihat bahwa ekspor ini masih ada yang melalui pelabuhan di luar Sumsel,” katanya.

Oleh karena itu, pemprov menilai pentingnya memiliki pelabuhan laut dalam atau samudra untuk menunjang peningkatan ekspor.
Pemprov Sumsel menargetkan dapat merealisasikan ground breaking Pelabuhan Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin.

“Pemprov sedang berjuang untuk mewujudkan Pelabuhan Tanjung Carat karena dampaknya sangatnya besar, ke hilirisasi, ekspor komoditas bahkan untuk penyerapan tenaga kerja,” katanya.

Ia melanjutkan jika pelabuhan tersebut terealisasi juga bisa memperlancar upaya lain untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, terutama dukungan terhadap revitalisasi pertanian.

The post Tambah Nilai Perlu Hilirisasi first appeared on Detik Sumsel.

source https://detiksumsel.com/tambah-nilai-perlu-hilirisasi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tambah-nilai-perlu-hilirisasi